INFOTAIMENT

Loading...

PENCARIAN

Loading...

Selamat Datang Di Blog Satria Adi Pirnawan

MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN

Cari Blog Ini

Memuat...
Loading...

Kamis, 29 April 2010

MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN



Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis. Cerita pendek berasal-mula pada tradisi penceritaan lisan yang menghasilkan kisah-kisah terkenal seperti Iliad dan Odyssey karya Homer. Kisah-kisah tersebut disampaikan dalam bentuk puisi yang berirama, dengan irama yang berfungsi sebagai alat untuk menolong orang untuk mengingat ceritanya. Bagian-bagian singkat dari kisah-kisah ini dipusatkan pada naratif-naratif individu yang dapat disampaikan pada satu kesempatan pendek. Keseluruhan kisahnya baru terlihat apabila keseluruhan bagian cerita tersebut telah disampaikan.
Fabel, yang umumnya berupa cerita rakyat dengan pesan-pesan moral di dalamnya, konon dianggap oleh sejarahwan Yunani Herodotus sebagai hasil temuan seorang budak Yunani yang bernama Aesop pada abad ke-6 SM (meskipun ada kisah-kisah lain yang berasal dari bangsa-bangsa lain yang dianggap berasal dari Aesop). Fabel-fabel kuno ini kini dikenal sebagai Fabel Aesop. Akan tetapi ada pula yang memberikan definisi lain terkait istilah Fabel. Fabel, dalam khazanah Sastra Indonesia seringkali, diartikan sebagai cerita tentang binatang. Cerita fabel yang populer misalnya Kisah Si Kancil, dan sebagainya.
Selanjutnya, jenis cerita berkembang meliputi sage, mite, dan legenda. Sage merupakan cerita kepahlawanan. Misalnya Joko Dolog. Mite lebih menyaran pada cerita yang terkait dengan kepercayaan masyarakat setempat tentang sesuatu. Contohnya Nyi Roro Kidul. Sedangkan legenda mengandung pengertian sebuah cerita mengenai asal usul terjadinya suatu tempat. Contoh Banyuwangi.
Bentuk kuno lainnya dari cerita pendek, yakni anekdot, populer pada masa Kekaisaran Romawi. Anekdot berfungsi seperti perumpamaan, sebuah cerita realistis yang singkat, yang mencakup satu pesan atau tujuan. Banyak dari anekdot Romawi yang bertahan belakangan dikumpulkan dalam Gesta Romanorum pada abad ke-13 atau 14. Anekdot tetap populer di Eropa hingga abad ke-18, ketika surat-surat anekdot berisi fiksi karya Sir Roger de Coverley diterbitkan.
Di Eropa, tradisi bercerita lisan mulai berkembang menjadi cerita-cerita tertulis pada awal abad ke-14, terutama sekali dengan terbitnya karya Geoffrey Chaucer Canterbury Tales dan karya Giovanni Boccaccio Decameron. Kedua buku ini disusun dari cerita-cerita pendek yang terpisah (yang merentang dari anekdot lucu ke fiksi sastra yang dikarang dengan baik), yang ditempatkan di dalam cerita naratif yang lebih besar (sebuah cerita kerangka), meskipun perangkat cerita kerangka tidak diadopsi oleh semua penulis. Pada akhir abad ke-16, sebagian dari cerita-cerita pendek yang paling populer di Eropa adalah "novella" kelam yang tragis karya Matteo Bandello (khususnya dalam terjemahan Perancisnya). Pada masa Renaisan, istilah novella digunakan untuk merujuk pada cerita-cerita pendek.
Pada pertengahan abad ke-17 di Perancis terjadi perkembangan novel pendek yang diperhalus, "nouvelle", oleh pengarang-pengarang seperti Madame de Lafayette. Pada 1690-an, dongeng-dongeng tradisional mulai diterbitkan (salah satu dari kumpulan yang paling terkenal adalah karya Charles Perrault). Munculnya terjemahan modern pertama Seribu Satu Malam karya Antoine Galland (dari 1704; terjemahan lainnya muncul pada 1710–12) menimbulkan pengaruh yang hebat terhadap cerita-cerita pendek Eropa karya Voltaire, Diderot dan lain-lainnya pada abad ke-18.

Cerita-cerita pendek modern

Cerita-cerita pendek modern muncul sebagai genrenya sendiri pada awal abad ke-19. Contoh-contoh awal dari kumpulan cerita pendek termasuk Dongeng-dongeng Grimm Bersaudara (1824–1826), Evenings on a Farm Near Dikanka (1831-1832) karya Nikolai Gogol, Tales of the Grotesque and Arabesque (1836), karya Edgar Allan Poe dan Twice Told Tales (1842) karya Nathaniel Hawthorne. Pada akhir abad ke-19, pertumbuhan majalah dan jurnal melahirkan permintaan pasar yang kuat akan fiksi pendek antara 3.000 hingga 15.000 kata panjangnya. Di antara cerita-cerita pendek terkenal yang muncul pada periode ini adalah "Kamar No. 6" karya Anton Chekhov.
Pada paruhan pertama abad ke-20, sejumlah majalah terkemuka, seperti The Atlantic Monthly, Scribner's, dan The Saturday Evening Post, semuanya menerbitkan cerita pendek dalam setiap terbitannya. Permintaan akan cerita-cerita pendek yang bermutu begitu besar, dan bayaran untuk cerita-cerita itu begitu tinggi, sehingga F. Scott Fitzgerald berulang-ulang menulis cerita pendek untuk melunasi berbagai utangnya.
Permintaan akan cerita-cerita pendek oleh majalah mencapai puncaknya pada pertengahan abad ke-20, ketika pada 1952 majalah Life menerbitkan long cerita pendek Ernest Hemingway yang panjang (atau novella) Lelaki Tua dan Laut. Terbitan yang memuat cerita ini laku 5.300.000 eksemplar hanya dalam dua hari.
Sejak itu, jumlah majalah komersial yang menerbitkan cerita-cerita pendek telah berkurang, meskipun beberapa majalah terkenal seperti The New Yorker terus memuatnya. Majalah sastra juga memberikan tempat kepada cerita-cerita pendek. Selain itu, cerita-cerita pendek belakangan ini telah menemukan napas baru lewat penerbitan online. Cerita pendek dapat ditemukan dalam majalah online, dalam kumpulan-kumpulan yang diorganisir menurut pengarangnya ataupun temanya, dan dalam blog.
Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.
Dalam bentuk-bentuk fiksi yang lebih panjang, ceritanya cenderung memuat unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis: eksposisi (pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya), komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik dan tokoh utama); komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang meningkat, krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah); klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting); penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan); dan moralnya.
Karena pendek, cerita-cerita pendek dapat memuat pola ini atau mungkin pula tidak. Sebagai contoh, cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik. Namun demikian, akhir dari banyak cerita pendek biasanya mendadak dan terbuka dan dapat mengandung (atau dapat pula tidak) pesan moral atau pelajaran praktis. Nah, disini Anda akan membuat sebuah cerpen berdasarkan pengalaman Anda.
Dalam membuat cerpen berdasarkan pengalaman ini, Anda harus memilih pengalaman Anda yang paling berkesan di dalam hidup Anda. Entah itu berupa pengalaman Rekreasi, Mendapat Juara, atupun Pengalaman Anda yang paling menyedihkan. Anda dapat memilih peristiwa yang menarik, unik, mengesankan, dan bermanfaat bagi orang lain.

Bacalah sebuah cerpen pengalaman di bawah ini !!!


KARTINI PELACUR KELAS TERI

"Warning !!! Jangan berpikiran yang enggak-enggak! ambil hikmahnya yach?!"


Kartini Pelacur Kelas Teri


Jarum jam menunjuk angka 2, dingin sudah mulai membelai kulit dan meminta perhatian agar aku segera tidur. Aku sudah memuaskan birahi Pak Reno, lelaki gendut kepala RT-ku. Dia berjalan terhuyung2 pulang ke rumahnya. Badannya bau sekali, mungkin dia hanya mandi pada bulan Suro saja, nafasnya ngos2an seperti dikejar maling, dan rambutnya yang mulai memutih itu, sering rontok kalau terkena tarikan, walaupun sedikit saja. kalau saja dia tidak membayar selembar ratusan ribu untuk "short attack", aku tidak akan sudi melayaninya.
Oh ya..perkenalkan namaku kartini, aku memakai k (kecil) untuk namaku karena aku tidak mau menodai nama Ibu bangsa Indonesia Raden Ajeng Kartini. Dia adalah idolaku sejak kecil, memang dia hanyalah seorang anak selir dari asisten Wedana*, tapi cita2nya untuk membangun bangsaku sangat aku kagumi. Aku tak perduli walaupun dia akhirnya menyerah kepada nasib dengan menikahi seorang bupati, bupati lagi bupati lagi.....aku jadi muak mendengar nama itu..seperti tidak ada nama lain saja di dunia ini. Bupati yang berkuasa di wilayah yang cukup luas, disembah di sana sini, orang menyungkur kalau bupati lewat, bisa menikahi perempuan lebih dari satu, bahkan mungkin sepuluh. Tetapi kebangsatan priyayi Jawa yang bertitel bupati ini juga tak kalah memuakkan, dia akan menyungkur terhadap penggede2 kumpeni, bangsaku menyebut demikian. Hasil bargaining dari Verenigde Oost-Indische Compagnie, bangsaku susah melafalkannya sehingga menyebut kumpeni dengan gampangnya.

Ibu Kartini memang menyerah terhadap tekanan terhadapnya, tapi aku toh menyerah juga pada tekanan yang menghimpitku. Jadi sekali lagi aku tidak perduli, bagiku Kartini adalah pahlawanku. Tapi begitulah, namaku juga kartini, tentu saja tanpa Raden Ajeng atau Raden Ayu di depannya, dulu waktu aku masih sekolah SD,
aku dengan bangga menggunakan K besar di ujung namaku, aku ingin menjadi seperti dia, menentang kelaliman laki2, berteriak melawan kemunafikan para priyayi2, berharap menghancurkan budaya malu2 dan unggah-ungguh, mencoba mendidik wanita negeri untuk mampu mendongakkan wajah menghadap cerahnya kehidupan.
Tapi cita2 menjadi hanya sekedar cita2, seperti uap air yang akan segera menghilang membubung ke angkasa, berarak ke sana kemari menawarkan diri. Aku tidak bisa lagi melanjutkan ke SMP, walapun rentetan nilaiku cukup menjanjikan. Aku termasuk orang yang cukup cerdas, setidaknya itulah yang dibilang guru2 SD ku. Tapi beberapa lembar puluhan ribu tak ada pada diriku, sehingga dengan sangat terpaksa aku mendekam di rumah, menyaksikan teman2 sebayaku memakai sepatu baru, celana baru, tas baru, dan semua yang serba baru, cerah menjemput harapan. Kadang aku harus menangis, mengapa dunia ini terlalu jahat kepadaku, seorang gadis kecil yang harus menabrak kenyataan pahit.
Setiap pagi aku harus bangun, membantu ibu memasak,dan kemudian ikut ke sawah membantu apa saja yang bisa kulakukan. Sepetak tanah hasil warisan dari kakek itulah satu2nya harapan hidup kami. Itupun sering harus dibiarkan bero**karena pengairan irigasi belum sampai menyentuh sawah kami.
Aku cukup cantik, tubuhku putih bersih,rambutku panjang berombak, mataku bulat disertai bola mata yang tajam, seperti putri Bali kata ibuku. Dua tahun setelah aku lulus SD, datang seorang tetangga kami, Pak Dasad namanya, seorang tuan tanah. Dia bilang terus terang pada orang tuaku agar diijinkan mengawiniku, sebagai gantinya sawah sebahu*** akan diberikan kepada mereka. Ibuku dengan tegas menolak permintaan itu, bahkan dia menangis sesenggukan. Tapi bapak punya pendapat lain, dia setuju dan bahkan meminta persyaratan tambahan dari Pak Dasad, tegalan yang di pinggir kali punya Pak Dasad pun dimintanya juga. Malamnya terjadi perang besar antara bapak dan ibu, pertama kali dalam hidupku kulihat mereka begitu saling benci, saling caci, sumpah serapah keluar semua. Aku hanya diam saja. Hatiku menangis, tapi aku tidak bisa berbuat apa2. Aku ingin lari tetapi lari kemana. Aku hanya sesenggukan sendiri di kamarBesoknya aku sudah dipingit, tidak boleh keluar sama sekali. Rupanya bapak lebih superior daripada ibu, dan aku yang harus menjalani derita dari zaman ke zaman ini. Beberapa hari setelahnya pun aku menikah, sederhana dan kecil2 an, karena aku memang istri ke sekian dari Pak Dasad. Dan malam petaka itupun datang, dengan nafsu Rahwana-nya Pak Dasad memperkosaku, ya dia memperkosaku. Sama sekali tidak ada foreplay, sama sekali tidak ada kata2 sayang yang seharusnya sangat diharapkan oleh seorang perempuan. Alih2 tahu tentang G-spot, bahkan setelah nafsu birahinya terpuaskan, diapun tidur terlelap dan mendengkur di sampingku.
Pernikahan kami tidak berlangsung lama, Pak Dasad adalah tipe yang ringan tangan. Pukulan sering mendarat di sekujur tubuhku bila ada sesuatu yang menurut dia salah. Lama kelamaan aku tidak tahan lagi, akupun minta cerai. Permintaanku dikabulkannya, tetapi masalah tidak berhenti di situ, aku hamil anaknya. Untuk menghindari malu, aku langsung mengungsi ke daerah perkotaan. Dimana berlaku filosofi hidupmu adalah hidupmu dan hidupku adalah hidupku. Dan lahirlah Dara, mungil dan cantik, waktu lahir beratnya hanya 2,7 kg. Aku memberi nama demikian, karena aku ingin dia bisa terbang bebas seperti burung dara(merpati=red), menemukan soul mate-nya dan hidup bahagia selama2nya. Untuk menghidupi Dara, aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Siang hari aku bekerja, dan malam hari aku merawat Dara. Untung siang hari ada seorang nenek sebelah kos2anku yang rela menunggui Dara tanpa bayaran sepeserpun.
Suatu saat aku ketiduran saat memasak, lelah sekali karena Dara rewel terus semalaman, dan panci tempat aku masak itupun hangus dan terbakar. Aku mendapat marah besar dan seketika itu pula dipecat dari jabatan pembantu rumah tangga.
Mencari pekerjaan susah sekali, jangankan untuk aku yang hanya lulusan SD, para sarjana2 yang telah bertitel berjejer, dan yang menghabiskan puluhan juta untuk studinya saja harus berlari pontang-panting ke sana kemari mencari sesuap nasi.
Dara kena demam, aku tidak ada uang sama sekali, aku pinjam kesana kemari tidak ada yang mau meminjami, Dara menangis saja tanpa henti, aku sampai pusing mendengarnya. Tiba2 pintu kosku dibuka, aku kaget, Pak Budi, tetanggaku yang ganteng itu masuk tanpa permisi. DIa menawarkan untuk membawa Dara ke dokter terdekat, tetapi meminta imbalan tubuhku. Aku bimbang memilih antara nilai harga diri dan kecintaan kepada anak. Akhirnya aku memilih yang kedua. Itulah pertama kali aku menjual tubuhku untuk beberapa lembar puluhan ribu. Pekerjaan ringan sebenarnya, walau hati ini pedih. Tetapi aku tidak punya pilihan lain.
Dan menjadi perempuan penjual cinta pun menjadi pekerjaanku sejak itu. Aku tidak tahu kenapa, namaku cepat sekali menyebar di kalangan underground pria hidung belang. Kebanyakan memang pria baik2 yang menjadi langgananku, tetapi juga tak jarang pula para bangkotan tengik itu yang menikmati tubuhku.
Dara sudah umur 3 tahun sekarang, sudah mulai ceriwis, rasa ingin tahunya semakin besar, dan sudah mulai kelihatan tanda2 kecantikan yang ia warisi dariku.
"Mama, kenapa setiap hari selalu ada orang kesini..?, apakah mereka menyakiti mama..?"
"Dara sayang, mereka tidak menyakiti mama, mereka justru membantu mama, untuk membeli makanan dan menyekolahkan Dara tahun depan"
"Mama, jadi apakah aku nanti..?"
Aku kaget, dan airmataku meleleh.
" Dara akan jadi Kartini yang tidak pernah menyerah"
* wedana : pemimpin dari kumpulan beberapa kecamatan,

setingkat di bawah bupati

**bero : tanah puso/tidak digarap

*** sebahu : seperempat hektar







Setelah Anda membaca cerpen di atas,Anda dapat melihat bahwa cerpen tersebut merupakan pengembangan dari catatan harian atau jurnal harian di bawah ini :

1. Tempat dan waktu kejadian : Di kosanku, ketika pukul 02.00. Ketika Aku sudah memuaskan nafsu birahi Pak Reno, kepala Rt-ku dengan jaminan uang.

2. Pelaku : Pak Reno dan Aku, Kartini. Dulu, Aku menikah dengan Pak Dasad, lelaki yang melamarku, tetangga kami.

3. Peristiwa : Namaku kartini. Maaf, Aku hanya menggunakan huruf k-kecil, karena aku hanya seorang pelacur kecil, dan ku malu pada nyai Raden Ajeng Kartini yang merupakan Pahlawan. Dulu, Aku begitu terpesona dengan beliau, dan berharap Aku nanti akan dapat menjadi seperti beliau. Namun, Aku hanya seorang pelacur saat ini, itu semenjak Aku di paksa kawin dengan Pak Dasad tetangga kami, karena keluargaku sangat miskin. Dengan jaminan tanah sebahu, akhirnya Pak Dasad dapat memperistriku. Setelah diperistrinya, Aku kerap kali dipukul dan ditampar. Ternyata, ia hanya butuh tubuh mulusku saja, tanpa cinta yang tulus. Aku pun cerai dengan Dia. Dan akhirnya Aku memiliki anak yang kuberi nama Dara. Aku sangat sedih, karena Aku hidup terlunta-lunta kekurangan uang. Dan pada waktu Dara sakit ketika ku tak ada uang sama sekali untuk mengobati Dara, Aku terpaksa menjual tubuhku untuk mengobati Dara. Dari sinilah Aku mulai menjadi seorang pelacur.

Setelah Anda membuat jurnal harian atau catatan harian tersebut yang nantinya memudahkan Anda dalam mengingat dan mengembangkan cerita atau pengalaman Anda ke dalam cerpen,Anda dapat juga membuat Analisa cerita Anda secara ringkas seperti di bawah ini berdasarkan cerpen yang sudah Anda baca di atas :
1. Kejadian : Ketika Aku baru saja memuaskan nafsu Pak Reno dikosanku, pada pukul 02.00 demi mendapatkan uang.

2. Daya Tarik : Cerpen ini mengungkapkan pengalaman yamng menyakitkan tentang perjuangan seorang wanita yang dipaksa kawin, dan akhirnya menderita sehingga menjadi seorang wanita tunasusila demi mendapatkan uang.

3. Keunikan : Cerpen ini mengedepankan masalah wanita yang berjuang demi menghidupi keluarganya walaupun dengan menjual diri. Sebuah relaitas sosial yang kerap kali terjadi di masyarakat.

4. Manfaat :Setelah membaca cerpen ini, kita aka dapat mengambil hikmah dan berkaca pada pengalaman ini, sebagai bentuk penindasan dan kekejaman kaum laki-laki terhadap perempuan.

5. Tema : Tentang perjuangan hidup yang getir, seorang wanita yang terpaksa menjadi pelacur demi menghidupi keluarga.

Nah, berkaca ada contoh diatas tadi, Anda dapat mulai menulis cerpen berdasrkan pengalaman Anda yang menurut Anda menarik. Untuk memudahkan Anda dalam menulis, buatlah dulu catatan-catatan harian atau jurnal harian seperti contoh di atas tadi.




Lembar Latihan
Soal :

1. Buatlah sebuah cerpen berdasarkan pengalaman Anda yang menurut Anda menarik !. Anda dapat mengacu pada catatan harian atau jurnal harian Anda untuk memudahkan Anda menulis cerpen !

2. Jika Anda belum mempunyai catatan harian atau jurnal harian, Anda dapat membuat secara ringkas seperti contoh di atas tadi !

3. Buat juga Analisa tentang cerpen Anda, seperti pada contoh di atas!, dan tentukan tema cerpen yang Anda tulis tersebut !


Selamat Bekerja !!!